WSI: Kami Menyayangi dan Merawat Lumba - Lumba dengan Baik

Dibaca: 17347 kali  Rabu,16 Januari 2019
WSI: Kami Menyayangi dan Merawat Lumba - Lumba dengan Baik
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Dituding melakukan eksploitasi pada Lumba-lumba oleh sejumlah aktivis dan mahasiswa, Lembaga Konservasi Satwa, PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) selaku penyelenggara Pentas Lumba-Lumba dan Aneka Satwa di Purna MTQ Pekanbaru langsung angkat bicara.

 

"Kami tidak ada sama sekali yang namanya melakukan eksploitasi lumba-lumba seperti yang disampaikan oleh sejumlah aktivis dan mahasiswa. Kami merawat lumba-lumba dengan baik. Kami memberi makan lumba-lumba dengan baik. Karena memang kami sangat mencintai satwa ini," ujar Manager Operasional PT WSI Tommy Alfredo , Selasa (15/1/2019).

 

Ia mengatakan pihaknya datang dan menggelar kegiatan di Pekanbaru ini sudah memenuhi unsur perizinan dari berbagai pihak seperti izin keramaian dari kepolisian, izin dari kementerian, lembaga konservasi, KSDA, Kemen LHK, Perlindungan Hutan dan Konservasi dan lain sebagainya.

 

"Tak mungkin kami datang ke Pekanbaru dan menggelar kegiatan seperti ini tanpa izin. Kalau tak ada izin, pasti langsung diberhentikan acara ini. Kita menuruti aturan yang sudah ada dan tidak ada melanggar aturan sama sekali," cakapnya.

 

Dijelaskan Tommy lagi, sebagai bukti bahwa PT WSI menyayangi dan merawat lumba-lumba ini adalah selama penyelenggaraan sirkus, akan selalu ada dokter hewan yang menjaga kesehatan satwa. "Dokter hewan sudah memeriksa kesehatan fisik serta darah, urine dan pernafasan lumba-lumba untuk memastikan kondisinya prima," ujarnya.

 

Tommy menjelaskan dalam pengangkutan lumba-lumba menuju ke Pekanbaru dari lokasi penangkaran di Kendal, Jawa Tengah, tidak dilakukan menggunakan sarana transportasi darat, namun menggunakan pesawat khusus. "Bukan dengan pengiriman kargo, tapi dengan pesawat carter dan di atas pesawat kita rawat mereka.

 

Memang saya akui di pesawat itu harus kondisi kering, kita siram terus dan kasih pelembap, tapi itu normal dan standar internasional seperti itu," katanya. Terkait tudingan ukuran kolam untuk lumba-lumba yang terlalu sempit, ia menjelaskan, kolam atraksi memiliki ukuran standar dengan kedalaman 2,5 meter dan diameter 10 meter.

 

Kolam dengan ukuran itu bisa menampung empat lumba-lumba. "Ini kita hanya dua ekor yang atraksi. Tentu sangat cukup dan tidak sempit," katanya. Dia menyayangkan peredaran informasi tidak benar tentang sirkus lumba-lumba.

 

"Kita sangat terbuka berdialog dengan pihak yang membutuhkan informasi mengenai kegiatan ini. Kita ingin memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat malah mendapatkan informasi yang salah," ungkapnya.

 

Lebih lanjut Tommy mengatakan untuk acara atraksi lumba-lumba ini adalah yang terakhir di Pekanbaru. "Kita tidak akan datang lagi ke Pekanbaru untuk melakukan pertunjukan.

 

Kalau mau nonton atraksi kami ini ya harus langsung datang ke kantor pusat kami di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah," pungkasnya. Sebagai informasi, PT WSI menggelar pertunjukan ini di MTQ Pekanbaru dari tanggal 12 Januari hingga 17 Februari 2019.(ckc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »