TuahRiau.Com
Home ยป Opini

Save HMI Cabang Pekanbaru |Oleh Fauzan Suhandar

Selasa,31 Oktober 2017
Save HMI Cabang Pekanbaru |Oleh Fauzan Suhandar
Sekum BPL HMI Cabang Pekanbaru, Fauzan Suhandar

MARI kita jujur terhadap diri sendiri, selama ini output HMI hanyalah menjadi Politisi (sebagian terbesar) mengikuti jalan Akbar Tandjung, ada juga yang menjadi Intelektual mengikuti jalannya Nurcholish Madjid serta ada pula yang menjadi Pekerja Sosial mengikuti jalannya Munir. 

Ketiga kategori itu adalah output alumnus HMI hasil disain organisasi selama ini –dan itu tidaklah salah. "kutipan tulisan kakanda Ahmad Arifin Pahu demisioner Sekum Kahmi Bengkalis". 

Tetapi apakah ketiga kelompok kategori itu mencukupi di era informasi sekarang ini? Jelas jawabannya tidak! Terus terang saja jika ingin terus bertahan ke masa depan, HMI membutuhkan output-output alternatif yang memang didisain seperti itu secara serius.

Selama ini –dan sekarang ini- HMI bukanlah wadah yang efektif untuk banyak minat dan bakat profesional anak-anak muda yang sekarang sedang mewakili zamannya di kampus-kampus (sementara HMI sendiri sibuk bernostalgia dengan zaman-zaman kejayaan dulu yang sebenarnya sudah tidak sesuai lagi).

Karena itu HMI harus berubah.. Yakinlah tanpa adanya perubahan maka tidak lama lagi HMI akan tertinggal sebagai fosil sejarah. Karenanya berubah adalah satu-satunyanya pilihan!

Dan perubahan paling mendasar adalah bagaimana mendisain HMI agar semakin legit menangkap semangat zaman dan bukannya terkubur zaman. Itu artinya HMI wajib menyesuaikan diri dengan keadaan dan suasana batin orang-orang muda di Kampus-kampus yang sekarang lebih skeptis terhadap organisasi kemahasiswaan konvensional semodel HMI karena ternyata semakin hari semakin bar-bar dan terkesan murahan. 

Mereka adalah generasi muda yang merepresentasi kan masa depan negara ini paling tidak untuk sepuluh-dua puluh pahun ke depan. Mereka terlahir untuk era baru yang lebih menantang karenanya mereka jauh lebih disiplin, lebih cepat, lebih profesional, lebih berbakat dan lebih percaya diri.

Namun pada hari ini kita masih terus disibukan dengan permasalahan internal ditubuh himpunan yang usianya dapat dikatakan sudah tidak muda lagi.

Ditambah persoalan konferensi cabang HMI Cabang Pekanbaru ke XXXIII hingga kini belum juga menghantarkan Formateur/Ketua umum terpilih yang sudah berjalan hampir satu bulan hingga saat ini. Tentu ini menjadi pertanyaan besar kepada kita selaku kader terkait proses regenerasi kepemimpinan?

Belum lagi syarat akan kepentingan senior-senior yang konon katanya kader HMI harus paham dengan tafsir independensi etis dan organisatoris, namun malah mereka yang mengingkari adik-adik.

Ditambah lagi dengan tekanan yang kuat terhadap SC  sehingga mempersulit tim carateker dari PB HMI untuk bekerja sesuai amanah yang di emban nya.

Jika boleh jujur seharusnya kita sudah membicarakan progres kedepan terkait pembenahan lembaga pasca 2 1/2 tahun lamanya tidak berkabar. 

Banyak PR kedepannya harus kita benahi bersama-sama, dimulai pada BPL untuk perkaderan lebih baik, KOHATI untuk peran perempuan, LPP untuk penyaluran bakat kader, membicarakan bagaimana HMI mampu tetap eksis di kampus, hingga kader HMI mampu menguasai rumah dahulu adalah markas tempatnya kader HMI biasa dijumpai yaitu di Mesjid-mesjid.

Mari kita semua para kader dan alumni membicarakan sebuah formula untuk perbaikan dan perubahan, bukan pada titik kepentingan sebagian kelompok.

HMI Cabang Pekanbaru butuh sosok pemimpin yang tegas dan menjunjung tinggi komitmen terhadap perbaikan hmi cabang Pekanbaru ke depannya, tanpa mengenal kompromi dan tanpa embel embel kepentingan senior atau kelompok dibelakangnya dengan tetap menjunjung tinggi konstitusi sebagai pedoman organisasi. Closing statemen Save HMI Cabang Pekanbaru.


Penulis : Fauzan Suhandar (Sekum BPL HMI Cabang Pekanbaru)

Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved