TuahRiau.Com
Home ยป Nasional

Kasihan oh Kasihan

Kabupaten Rokan Darussalam dan Kota Indragiri Dianggap Belum Memenuhi Persyaratan Untuk Menjadi DOB

Senin,29 Februari 2016
Kabupaten Rokan Darussalam dan Kota Indragiri Dianggap Belum Memenuhi Persyaratan Untuk Menjadi DOB
Ilustrasi- Peta Provinsi Riau, Kelak Riau Juga Akan di Pecah Lagi Menjadi Provinsi Riau Pesisir

RADARPEKANBARU.COM- Pemerintah lewat Kementerian Dalam Negeri merencanakan hingga tahun 2025 mendatang jumlah kabupaten di Provinsi Riau adalah 23 kabupaten, dan kota empat. Artinya, kabupaten akan bertambah 13 dan kota bertambah dua sehingga jumlahnya 25 kabupaten/kota.

Hal ini berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, yang memperkirakan ada 23 kabupaten dan empat kota yang akan dibentuk di Riau hingga tahun 2025.

Saat ini DPR bersama dengan Pemerintah telah membahas lima daerah otonomi baru di Riau.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR yang juga Dapil Riau, Lukman Edy menyebutkan ada lima daerah otonomi baru (DOB) yang sudah masuk dalam pembahasan antara DPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang rencananya mulai dibahas April mendatang.

Menurut politisi PKB tersebut, kelima daerah yang masuk DOB itu adalah, Kabupaten Indragiri Selatan, Indragiri Utara pemekaran dari Indragiri Hilir. Kabupaten Mandau, Kota Duri pemekaran dari Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Gunung Sailan Darussalam pemekaran dari Kabupaten Kampar.

"Sedangkan dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Rokan Darussalam dan Kota Indragiri belum memenuhi persyaratan sehingga tidak masuk dalam daerah otonomi baru," kata mantan Menteri DPT era Gus dur itu usai TDP dengan Kemendagri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/2/16).

Lukman Edy yang biasa di sapa EL, juga minta kepada pemerintah untuk melengkapi persyaratan kepada dua daerah tersebut agar dalam usulan berikutnya bisa lolos untuk dibahas DPR dan Pemetintah.

"Kita minta kepada kepala daerah dari dua daerah tersebut benar-benar memenuhi syarat yang telah diatur di dalam perundang-undangan," ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi II lainya, yang berasal dari Riau, enggan memaparkan lima daerah otonomi baru yang masuk dalam bahasa DPR dan Pemerintah.

"Memang ada lima daerah, daerah mana saja saya belum tahu persis," kata nya.(radarpku/rtc)

Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved