TuahRiau.Com
Home ยป Opini

Pesawat Canggih CN-295 milik TNI AU dikerahkan,BNPB Lakukan TMC Cegah Kebakaran Hutan di Riau

Selasa,23 Juni 2015
Pesawat Canggih CN-295 milik TNI AU dikerahkan,BNPB Lakukan TMC Cegah Kebakaran Hutan di Riau
Pesawat CN-295 milik TNI AU yang dipergunakan untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca di Riau. (Humas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)

RADARPEKANBARU.COM- Pemerintah Indonesia lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Riau. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif menyatakan, pelaksanakan modifikasi cuaca untuk hujan buatan sebagai bentuk pencegahan menghadapi tingginya potensi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Hal itu antara lain akibat pengaruh fenomena Elnino.

"Dana yang kami sediakan untuk teknologi modifikasi cuaca adalah sebesar Rp 25 miliar," ujar Syamsul Maarif di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (22/6/2015).

Syamsul menjelaskan, Riau hingga kini memang masih berada dalam status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan yang diperpanjang mulai Mei hingga Oktober mendatang.

"Pemerintah merasa perlu untuk mempercepat tindakan pencegahan karena fenomena Elnino, berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akan berdampak besar pada penurunan curah hujan yang mengakibatkan kemarau panjang hingga Desember 2015," kata Syamsul.

Turut hadir menyaksikan peluncuran program itu Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Soni Solistia, dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nur Madripatin.

Dalam kesempatan yang sama Soni Solistia mengatakan, teknologi modifikasi cuaca untuk tahap awal akan menebar sekitar 25 ton garam (NaCl) ke kumpulan awan.

Penyemaian awan  menggunakan pesawat CN-295 milik TNI AU yang dilengkapi dengan alat canggih sehingga mampu menampung empat ton garam sekali terbang.

"Ini adalah modifikasi cuaca tahap kedua setelah sebelumnya pada bulan Maret hingga April 2015 telah dilaksanakan di Riau, dan berhasil mengurangi titik panas secara signifikan," katanya.
(cha/rul/detik)

Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved