TuahRiau.Com
Home ยป Opini

Buruh Menagih Janji Jokowi

Rabu,13 Mei 2015
Buruh Menagih Janji Jokowi
MAY DAY pada kali ini, dari sabang sampai merauke Buruh di indonesia merayakan may day atau biasa disebut dengan hari buruh, pada kesempatan ini seharusnya buruh merayakan hari dengan pesta meriah namun pada May Day kali ini buruh turun ke jalan dengan berharap suara jeritan buruh didengar oleh presiden indonesia Joko Widodo
 
Jutaan buruh yang ada di  indonesia baik di perusahaan swasta ataupun di bawah perusahaan Negaranya. Profesi buruh sudah menjadi alternatif di negeri yang super kaya alamnya ini. Inilah yang menjadi akar permasalahan di negeri ini dan tangisan rakyat indonesia bahwa kekayaan alam seharusnya itu dikembalikan kepada rakyat sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 pada pasal 33 ayat 3, bahwa ?Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat?. 
 
Tetapi amanat UUD 1945 itu hanya sebagai undang-undang yang tertulis dan hanya sebagai angin berlalu bagi presiden pemerintah, hasil Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkadung di dalamnya itu tidak pernah dikembalikan kepada rakyat. Ada apa dengan Negara ini? Sudah berapa besar dosa presiden kepada Rakyatnya? Sebagai kepala Negara wajar saja jika saat ini buruh berharap kepada presiden untuk bisa menyejahterakan Rakyat khususnya Buruh di Indonesia. 
 
Maka pada mayday kali ini buruh menagih janji-janji manis Jokowi kepada buruh saat kampanye pemilu 2014. Kenapa tidak, masih banyak permasalahan-permasalahan buruh di Negara ini, dimulai dengan upah yang tidak sepadan dengan pekerjaan buruh yang begitu berat, belum lagi tentang outsourcing yang tidak kunjung diselesaikan oleh pemerintah. kemana presiden Negara ini?. Sepertinya buruh ini hanya dipandang sebelah mata oleh presiden Jokowi. 
 
Kekecewaan buruh kepada presiden Jokowi bukan tidak bisa menjadi bumerang kepada era pemerintah Jokowi, presiden Jokowi hanya sibuk dengan politik, korupsi, dan sibuk megurus partai sebagai petugas partai. Rakyat ditelantarkan, jeritan buruh dihiraukan, tangisan buruh dimana-mana menuntut presiden Jokowi memperhatikan nasib buruh di indonesia ini. 
 
Ketidakadilan upah di negra ini juga menjadi permasalahan yang harus diselesaikan presiden Jokowi, bahwa buruh di ibu kota Negara sebagai yang paling dekat dengan kekuasaanlah yang diperhatikan. Padahal nasib buruh disudut-sudut negeri ini hanya mendapat debu-debu kekayaan alam ini. Inikah yang disebut dengan keadilan dalam negeri ini?.
 
Oleh: Ahmad Kodir Jailani Tanjung (Ketua Dewan Mahasiswa UIR)
Komentar Anda
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved