TuahRiau.Com
Home ยป Ekonomi

4 Bulan lagi Izin Dari Pertamina Akan Mati

SPBU PD Pembangunan Terancam Batal Dibangun

Selasa,07 April 2015
SPBU PD Pembangunan Terancam Batal Dibangun

RADARPEKANBARU.COm - Respon Pemerintah kota Pekanbaru untuk meningkatkan eksistensi Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Pekanbaru sangat lemah. Hal ini terbukti penyerahan aset kota untuk pembuatan SPBU di samping Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) ke PD Pembangunan hi‎nggi kini belum juga selesai. Padahal izin dari Pertamina untuk SPBU itu telah hampir mati 4 bulan lagi.

Meskipun begitu, Kepala BPKAD kota Pekanbaru‎ Bustami HY tetap optimis dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggesa penyerahan aset pemko ke PD pembangunan.

"Berdasarkan Intruksi Walikota beberapa waktu lalu, persoalan ini ‎telah menjadi perhatian pihaknya dan hari ini bersama instansi terkait pihaknya akan menggelar rapat untuk mengkaji layak atau tidak layak lokasi tersebut dibangun SPBU, seperti pertimbangan sosial dan ekonominya," ungkap Bustami kepada wartawan, Selasa (07/04).

Dirinya juga menargetkan, akhir bulan ini pihaknya telah bisa menyelesaikan kajian tersebut dan berdasarkan hasil kajian itu aset pemko akan segera diserahkan ke PD Pembangunan.

"Insya Allah akhir bulan ini, maka dari itu prosesnya akan kita gesa. Untuk izin pertamina yang hampir mati, kita tidak mau berkomentar tetang itu," ujarnya.

Sementara di sisi lain, Direktur Utama PD Pembangunan, Heri Susanto mengaku sangat kecewa atas lambannya respon pemerintah untuk perkembangan usaha PD Pembangunan. Maka dari itu dirinya sangat berharap pemerintah segera menggesa penyerahan aset lahan guna pembangunan SPBU tersebut.

"Dari sisi bisnis kita sangat kecewa, meskipun ini prosesnya lama kita telah mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan, seperti pembuatan IMB dan administrasi lainnya, sehingga ketika aset sudah diserahkan pembangunan nya akan cepat. Ditargetkan pertengahan bulan ini kita bisa beroperasi," ungkap heri. (ram)
Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved