TuahRiau.Com

Mengapa Malam Itu Rasullulah Tidak Jadi Menggauli Istrinya?

Kamis,19 Maret 2015
Mengapa Malam Itu Rasullulah Tidak Jadi Menggauli Istrinya?

RADARPEKANBARU.COm - Banyak teladan terbaik dari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Beliaulah sebaik-baik contoh dalam seluruh aspek kehidupan. Tak ada yang menandingi beliau dalam seluruh aspek. Beliaulah yang terjamin kebenaran atas semua ucapan, perbuatan dan persetujuannya.

Ada satu peristiwa-yang terlihat-sederhana yang dilukan Rasulullah, namun amat besar teladan dan hikmahnya bagi umatnya. Malam itu, saat Nabi sudah bersentuhan kulit dengan istrinya, tiba-tiba beliau urung melaksanakan ibadah unggulan pasangan suami-istri. Apakah yang menjadi alasan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam?

Berkunjunglah Abdullah bin Umar dan Ubaid bin Umair kepada Ummu Aisyah istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Aisyah adalah satu-satunya istri yang dinikahi saat beliau masih perawan, sedangkan lainnya dinikahi setelah menjanda.

Dalam banyak jalur periwayatan disebutkan bahwa Nabi tidak tahan untuk tidak mencium istrinya itu, sebab kecantikan dan pesonanya. Bahkan, sebab mengetahui hal itu pula, Ummu Saudah binti Zumah memberikan jatah gilirannya kepada 'Aisyah.

Maka dua tamu mulia itu pun bertanya kepada Ummu Aisyah, "Kisahkan kepada kami hal paling ajaib yang terdapat pada diri Rasulullah?"

"Seluruh perbuatannya ajaib," tutur anak Abu Bakar ini. "Suatu malam saat giliran saya," lanjutnya berkisah, "datanglah beliau, dan kami bersama menuju tempat tidur."

"Ketika itu," lanjutnya berkisah, "kulitku sudah bersentuhan dengan kulit sang Nabi." Namun, sosok istri shalehah yang banyak meriwayatkan hadits ini terkejut saat mendengar suaminya menuturkan, "Apakah engkau mengizinkanku untuk menyembah Rabb?"

Maka istri shalehah yang dinikahi di usia sembilan tahun ini menjawab, "Sungguh," jawabnya penuh ketulusan, "saya lebih suka berdekatan denganmu dan menyukai aroma tubuhmu."

Tak lama kemudian, bangkitlah sang Nabi mengambil air wudhu, dan beliau menunaikan shalat Sunnah Malam. Dalam shalatnya yang panjang itu, beliau berdiri, rukuk dan sujud diiringi tangis yang syahdu. Dikisahkan oleh Manshur Abdul Hakim, "Hingga 'Aisyah melihat air mata Rasulullah jatuh ke lantai."

Terus begitu, hingga datanglah waktu Subuh, dan Bilal mendatangi Nabi. Melihat kekasihnya menangis, Bilal bin Rabbah bertanya, 'Mengapa kau menangis, ya Rasulullah? Padahal Allah Ta'ala telah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang?"

Maka Nabi menjawab, 'Tidak patutkah aku menjadi orang yang bersyukur, wahai Bilal?" Lanjut Nabi, "Sungguh, aku menangis karena Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya." Beliau pun membaca surat 'Ali Imran ayat 190-191.

Dalam peristiwa ini, ada hikmah yang amat besar. Tentang hubungan badan dan komunikasi suami-istri, kualitas ibadah kepada Allah, pengabdian sahabat kepada sahabat shalehnya, dan masih banyak hal lainnnya.(islampos)
Komentar Anda
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved