TuahRiau.Com
Home ยป Life Style

Banyak Karyawan yang Sakit Kronis Tetap Masuk Kerja karena Takut Dipecat

Kamis,14 November 2013
Banyak Karyawan yang Sakit Kronis Tetap Masuk Kerja karena Takut Dipecat
Ilustrasi
Jakarta - Orang yang sedang sakit kronis hendaknya istirahat dan melakukan pengobatan terlebih dahulu. Namun ternyata kebanyakan pekerja muda yang sakit parah tetap masuk bekerja kendati sedang sakit kronis, karena takut kehilangan pekerjaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Fit for Work Coalition menyebutkan lebih dari 70 persen pekerja muda yang sakit parah tetap masuk kerja. Perilaku ini disebabkan oleh tekanan dari bos mereka di kantor. Penelitian ini juga menyatakan pemecatan karyawan yang mengidap penyakit kronis tertentu lebih banyak dua kali lipat daripada kelompok karyawan lainnya.

Sebuah laporan lain yang ditulis The Work Foundation, membuat serangkaian rekomendasi bagi sekolah, karyawan, dan pemerintah untuk membantu para pasien penyakit kronis ini tetap mendapatkan pekerjaan. Dame Carol Black, wakil presiden Fit for Work Coalition mengatakan penelitian ini awalnya melihat angka pengangguran di Inggris, seperti dikatakan pada Mirror, Kamis (14/11/2013).

"Namun kemudian terbukti. Ternyata banyak anak muda yang mengidap suatu penyakit kronis untuk jangka waktu panjang, yang mengalami kesulitan saat bersekolah dan bekerja," sebut Black.

Kate Summers, salah seorang peneliti, berkata, "Banyaknya pengangguran pada kelompok tersebut akan berdampak serius pada kondisi psikologis anak-anak muda dengan penyakit kronis. Mereka akan takut bahkan sebelum mendapat pekerjaan pertama mereka. Kami juga menemukan, stigma yang berada dalam masyarakat akan berpengaruh pada stigma pada diri mereka sendiri."

Summers menambahkan, pihaknya telah mengabari Department for Education di Inggris untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak muda pasien penyakit kronis, untuk mengurangi stigma negatif tersebut.

"Para tenaga kesehatan profesional sangat dibutuhkan untuk dapat memberi solusi. Mereka harus mengidentifikasi dan mengembangkan penyesuaian tempat kerja, agar anak-anak muda dengan penyakit kronis ini tidak dirugikan," tandasnya. (sumber : www.detik.com)


Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved