TuahRiau.Com
Home ยป Life Style

Bekas Galian Perumahan, Mata Air Dekat Labersa Disulap Jadi Tempat Berwisata

Selasa,09 September 2014
Bekas Galian Perumahan, Mata Air Dekat Labersa Disulap Jadi Tempat Berwisata
Ilustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Kehausan warga Pekanbaru untuk dapat berwisata murah sepertinya terwujud sudah. Siapa sangka bekas galian perumahan didaerah Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar atau persisnya tidak jauh dari kawasan Hotel Labersa, muncul destinasi wisata baru dengan kehadiran beberapa  mata air yang kemudian membentuk telaga dengan struktur air yang sangat jernih

Genangan air yang berdiameter lebih kurang 100 meter persegi ini, membentuk beberapa titik yang saling berhubungan, postur pasir yang sangat putih, dengan air yang sangat tenang, kemudian menciptakan struktur air yang berada didalam genangan menjadi kebiru-biruan

"Airnya sangat bagus, seperti Kawah Putih yang berada di Bandung." Tutur Rina salah satu pengunjung yang sedang asik berpose mencari lokasi yang pas untuk berfoto

Menurut Arniati, warga sekitar. Pada mulanya telaga ini adalah bekas galian untuk membangun perumahan, namun setelah digali kemudian muncullah mata air yang tidak lama membanjiri daerah sekitar.

Karena tidak bisa disumbat atau ditutup, akhirnya pengelola perumahan tersebut membiarkan air tersebut terus mengalir, sehingga terbentuklah genangan air yang menyerupai telaga putih tersebut

Masih menurut Arniati. Pengunjung yang hadir setiap harinya mencapai ratusan bahkan ribuan orang, pengunjung tersebut tidak hanya dari Kampar maupun Pekanbaru "pengunjung disini juga ada berasal dari Rohul, Siak dan bahkan Sumatra Barat" tutur Arniati

Pada mulanya warga sekitar tidak menyangka bahwa genangan air ini akan dikunjungi oleh banyak orang, sehingga setelah lebih dari satu minggu terus menerus dikunjungi oleh ratusan orang, akhirnya wara sekitar berinisiatif untuk memungut parkir dan uang masuk kepada pengunjung.

"Untuk parkir kita minta 2 ribu, sementara untuk kendaraan roda dua kita minta 5 ribu permotor, sedangkan untuk roda 4 kita minta 10 ribu permobil. Dan uang yang kita dapat kita gunakan untuk kas pemuda dan desa." tutur Wawan warga tempatan.(Lam)
Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved