TuahRiau.Com
Home ยป Dakwatuna

Perkara Pertama Diadili dan Dihisab Kelak di Hari Kiamat

Rabu,17 Juni 2020
Perkara Pertama Diadili dan Dihisab Kelak di Hari Kiamat
ilustrasi internet

 RADARPEKANBARU.COM —  Permasalahan darah seorang Muslim merupakan perkara yang besar, dan akan dituntut sampai hari kiamat. Bahkan, masalah darah juga menjadi perkara yang pertama kali akan diadili, dan diputuskan di hari kiamat kelak 

Dikutip dari buku Haramnya Darah seorang Muslim karya Ustadz Yazid, Rasulullah SAW bersabda:

??? ????? ????????? ?????? ??????? ?????? ?????: ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????????: ??????? ??? ??????? ?????? ???????? ?????? ???????????? ??? ??????????

"Perkara pertama yang akan diputuskan di antara manusia dengan manusia yang lain pada hari kiamat adalah masalah darah." (HR Bukhari-Muslim)

Kelak di hari kiamat yang pertama kali diadili dan diputuskan dari perkara-perkara yang berhubungan antara seorang hamba dengan hamba yang lain yakni masalah darah. 

Sedangkan perkara yang pertama kali diadili, dan diputuskan dari perkara yang berhubungan antara seorang hamba dengan Rabb-nya SWT yakni masalah sholat.  

Hal ini sebagaimana dengan sabda Nabi SAW:

??? ?? ???????? ?? ?????? ???? ???????? ??????? ? ???? ?????? ???? ?? ?????? ?????? ? ??? ?????? ????? ????? ?????

"Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Apabila sholatnya baik, maka seluruh amalannya pun baik. Apabila sholatnya buruk, maka seluruh amalannya pun buruk." (HR Thabrani) 

Sesungguhnya darah seorang Muslim itu terjaga. Bahkan kehormatan darah seorang Muslim itu seperti terhormatnya hari Arafah, terhormatnya bulan Dzulhijjah, dan terhormatnya negeri kota (Makkah).

Ketika haji perpisahan, pada saat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan ribuan kaum muslimin di hari Arafah, beliau bersabda: 

???? ?????????? ?????????? ??????????? ????? ????????? ???????? ??????? ?????? ?? ???????? ?????? ?? ???????? ?????  

"Sesungguhnya darah kalian, harta benda kalian dan kehormatan kalian adalah haram (terpelihara) antara sesama kalian sebagaimana keharaman hari ini, bulan ini, dan negeri ini. Dan hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir..." (HR Bukhari-Muslim)(rep)

Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RadarPekanbaru.Com All Right Reserved